"http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> Perilaku Pembajakan Produk Digital: Cerita Dari Mahasiswa Di Yogyakarta | Wicaksono | Jurnal Aplikasi Bisnis

Perilaku Pembajakan Produk Digital: Cerita Dari Mahasiswa Di Yogyakarta

Adiyta Pandu Wicaksono, Dekar Urumsyah

Abstract


ABSTRACT

Digital piracy is one of the most famous forms of intellectual property theft and recognized as a criminal act. This research investigates the reason how people prefer to buy pirated product to genuine product. The purpose of the research is to understand how benefit, social, economic, and moral factor influencing digital piracy. The sample is students at one private university in Yogyakarta. Purposive sampling is applied by distributing questionnaires to respondents to be answered voluntarily. This research finds perceived usefulness using pirated product and social factor influencing intention to pirates. In other hand, moral judgment can not be a deterrent tool preventing piracy behavior. People do not seem to be afraid of the consequences of committing digital piracy. Price has been the main issue to motivate people committing digital piracy. Digital product’s price is high and being perceived as unfair and unacceptable by low-income people. This research provides some insight to industry and government about the reasons why people pirate digital products. The government needs to strengthen the rules to protect and prevent intellectual property from piracy behavior.

ABSTRAK

Pembajakan produk digital adalah salah satu bentuk popular dari pencurian kekayaan intelektual dan diakui sebagai perilaku kriminal. Penelitian ini dilakukan untuk menginvestigasi alasan mengapa orang membajak daripada membeli produk asli. Tujuan penelitian ini untuk memahami bagaimana faktor manfaat, sosial, ekonomi, dan moral mempengaruhi pembajakan digital. Penelitian ini menggunakan sampel mahasiswa dari satu universitas swasta di Yogyakarta. Purposive sampling diterapkan dan mendistribusi kuesioner ke responden untuk diisi secara sukarela. Penelitian ini menemukan bahwa persepsi manfaat dari produk bajakan dan pengaruh sosial mendorong munculnya niat pembajakan. Di lain pihak, penilaian moral tidak dapat menjadi pencegah untuk menghalangi perilaku pembajakan. Orang tidak takut terhadap konsekuensi dari pembajakan digital. Harga menjadi isu utama yang memotivasi perilaku pembajakan. Harga dari produk digital dianggap tidak adil dan tidak dapat diterima oleh orang dengan pendapatan rendah. Penelitian ini memberikan wawasan kepada perusahan dan pemerintah tentang alasan pembajakan dilakukan. Pemerintah perlu untuk memperkuat aturan-aturan dalam rangka melindungi kekayaan intelektual dan mencegah perilaku pembajakan.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.20885/jabis.vol17.iss1.art2

Refbacks