Main Article Content

Abstract

Internal control plays a critical role in achieving the effectiveness and efficiency of organization's operational activities. This study seeks to investigate the effect of local government size, locally-generated revenue, capital expenditures, social assistance expenditures, and follow-up audit results on local government’s internal control weaknesses. By using multiple linear regressions on 382 samples of local governments in Indonesia, this study found that local government size and social assistance expenditures positively affected internal control weaknesses. Locally-generated revenue negatively affected internal control weaknesses, while capital expenditures and follow-up audit results did not significantly affect internal control weaknesses. This study adds social assistance expenditures, which are still rarely studied by previous researchers because of the large number of irregularities and their discretionary nature. Thus, the results of this study may provide an input for auditors and regulators to focus more on spending on social assistance and further improve comprehensive standards in internal control systems.

Keywords

Internal control weaknesses local government characteristics social assistance expenditures follow up on audit results

Article Details

References

  1. Abbas, Z., Ahmad, A. R. Bin, Shahbaz, M. S., & Asad, M. M. (2021). Relationship between government and public sector universities in the perspective of agency theory: a brief review. International Journal of Services and Operations Management, 40(2), 188–202.
  2. Adha, A. F., Afiah, N. N., & Pratama, A. (2019). Pengaruh ukuran entitas dan kompleksitas terhadap kelemahan pengendalian intern pada Kementerian PUPR. Jurnal SIKAP (Sistem Informasi, Keuangan, Auditing dan Perpajakan), 3(2), 122–134.
  3. Adiputra, I. M. P., Utama, S., & Rossieta, H. (2018). Transparency of local government in Indonesia. Asian Journal of Accounting Research, 3(1), 123-138.
  4. Aini, F., Anisma, Y., & Wiguna, M. (2017). Pengaruh pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah (PAD), kompleksitas daerah dan belanja modal terhadap kelemahan pengendalian intern pemerintah daerah (studi empiris pada pemerintah daerah provinsi di Indonesia periode 2011-2012). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Riau, 4(1), 777–789.
  5. Alawiyah, T. T., Sumardjo, M., & Darmastuti, D. (2020). Analisis determinan kelemahan pengendalian intern pemerintah daerah kabupaten/kota provinsi Jawa Timur. Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan, 8(3), 415–424.
  6. Badan Pemeriksa Keuangan. (2020). Ikhtisar Hasil Pemeriksaan (IHP) Semester Tahun 2020.
  7. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. (2019). Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I Tahun 2019. file:///C:/Users/USER/Downloads/ihps_i_2019_1571802711.pdf
  8. Boon, J. (2018). Moving the governance of shared service centres (SSCs) forward: Juxtaposing agency theory and stewardship theory. Public Money & Management, 38(2), 97–104.
  9. Darmastuti, D., & Setyaningrum, D. (2019). Discretionary spending potential misuse during election. Proceedings of the 33rd International Business Information Management Association Conference, IBIMA 2019: Education Excellence and Innovation Management through Vision 2020.
  10. Dina, M. E. A., & Maryono. (2018). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Dana Bagi Hasil Terhadap Belanja Modal (Studi Pada Provinsi/Wilayah Kalimantan Dan Sulawesi).
  11. Fauzia, V. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi kelemahan pengendalian intern pemerintah daerah. Energies, 6(1), 1–8.
  12. Hamdani, R., & Albar, A. R. (2016). Internal controls in fraud prevention effort: A case study. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, 20(2), 127-135.
  13. Hermawan, I. (2019). Metode Penelitian Pendidikan (Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed Method) (1st ed., p. 61).
  14. Iqbal, M., Tanjung, A., & Supriono, S. (2017). Pengaruh tingkat pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah, ukuran pemerintah daerah, belanja modal, dan jumlah penduduk terhadap kelemahan pengendalian intern pemerintah daerah. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Riau, 4(1), 881–895.
  15. Kristanto, S. B. (2009). Pengaruh ukuran pemerintahan, pendapatan asli daerah (PAD), dan belanja modal sebagai prediktor kelemahan pengendalian internal. Jurnal Ukrida, 9(1).
  16. Lartey, P. Y., Kong, Y., Bah, F. B. M., Santosh, R. J., & Gumah, I. A. (2020). Determinants of internal control compliance in public organizations; Using preventive, detective, corrective and directive controls. International Journal of Public Administration, 43(8), 711–723.
  17. Maharani, R. H. P. (2020). Pengaruh total kelemahan sistem pengendalian intern, total ketidakpatuhan pada ketentuan peraturan perundang-undangan, opini audit dan tindak lanjut hasil audit terhadap kasus korupsi di Indonesia. Doctoral Dissertation.
  18. Miftah, F., & Verawaty, V. (2019). Faktor penentu jumlah temuan kelemahan sistem pengendalian intern pada pemerintah daerah di Sumatera Selatan. Universitas Bina Darma.
  19. Nurwani, N. (2018). Analisis sistem pengendalian intern pemerintah pada pengelolaan belanja bantuan sosial di dinas sosial Kota Parepare. Economos : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 1(3), 31.
  20. Pamuji, F. A. (2017). Pengaruh size, pad, dan kompleksitas terhadap kelemahan pengendalian intern pemerintah daerah (studi empiris pada kabupaten/kota di provinsi D.I.Y. pada tahun 2009-2014). Thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  21. Pamungkas, B., Avrian, C., & Ibtida, R. (2019). Factors influencing audit findings of the Indonesian district governments’ financial statements. Cogent Business and Management, 6(1).
  22. Pramanik, N. D. (2020). Dampak bantuan paket sembako dan bantuan langsung tunai terhadap kelangsungan hidup masyarakat padalarang pada masa pandemi covid 19. Jurnal Ekonomi, Sosial dan Humaniora, 01(12), 113–120.
  23. Ratmono, D., & Suryani, R. (2016). Anteseden dan konsekuensi keberhasilan implementasi performance-based budgeting pada pemerintah daerah. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, 20(1), 13-26.
  24. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara, (2004).
  25. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintahan Daerah, (2004).
  26. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, (2008).
  27. Saferi, M., & Mulyani, E. (2020). Pengaruh pendapatan asli daerah, ukuran pemerintah daerah, dan kompleksitas pemerintah daerah terhadap kelemahan pengendalian internal pemerintah daerah. Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 2(1), 2234–2249.
  28. Subowo, T. (2020). The role of the level of completion of the follow-up of the audit results in moderating the factor the weakness of internal control system. Gorontalo Accounting Journal, 3(1), 43.
  29. Sugiyanti, S. (2018). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah temuan kelemahan sistem engendalian intern pada pemerintah daerah. Thesis. Universitas Islam Sultan Agung.
  30. Ujkani, S., & Vokshi, N. B. (2019). An overview on the development of internal control in public sector entities: evidence from Kosovo. International Journal of Economics and Business Administration, VII(4).
  31. Zahroh, N. R., & Arifin, A. (2017). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kelemahan sistem pengendalian intern pemerintah daerah (studi empiris pada kabupaten dan kota di Jawa Tengah tahun 2012-2013). Universitas Muhammadiyah Surakarta (Doctoral Dissertation).