Main Article Content

Abstract

Tata Bahasa Indonesia memiliki banyak perbedaan dibandingkan dengan Bahasa Inggris. Fakta ini berakibatburuk pada kinerja Mesin Penerjemah Statistik (MPS) Inggris-Indonesia yang berbasis frase. Model MPSmemiliki keterbatasan pada pemetaan frase atau blok dari sumber ke bahasa target tanpa penggunaan informasilinguistik. Menambahkan fitur linguistik, seperti part-of-speech (PoS) dapat berdampak pada kualitasterjemahan. Dalam tulisan ini, penggunaan penandaan PoS dimasukkan sebagai fitur linguistik dalam modelpenerjemah faktor (MPF) menggunakan sistem MPS Moses dan menggunakan BLEU sebagai alat evaluasi.Dari hasil penelitian, penggunaan PoS memiliki dampak terhadap meningkatnya kualitas terjemahan untukbahasa Inggris-Indonesia, hal tersebut terlihat dari hasil eksperimen bahwa dengan menambahkan fitur PoS,akurasi mesin penerjemah meningkat sebesar 2%.

Article Details